JANGAN

@abdullah al jirani al jawi

Jangan terburu-buru menuduh suatu pendapat salah, hanya gara-gara beda dengan pendapat ustadz anda. Jangan-jangan ustadz anda yang salah, karena kurang berlayar mengarungi samudera ilmu yang amat luas tak bertepi.

Jangan terburu-buru untuk menyatakan suatu pendapat tidak ada salafnya, hanya karena ustadz-ustadz anda tidak mengamalkannya. Siapa tahu orang yang mengamalkannya justru yang mengikuti jalan salaf sholih. Sedangkan ustadz-ustadz anda justru yang tidak mengikuti salaf.

Jangan terburu-buru untuk mengatakan suatu amalan bid’ah, hanya karena ustadz-ustadz anda menyatakan bahwa hal itu “tidak ada dalilnya”. Karena mungkin saja “ada dalilnya”, namun ustadz anda “tidak tahu dalilnya”.

Membiasakan menyatakan “tidak tahu dalilnya”, lebih selamat dan lebih menunjukkan kecerdasan seseorang. Adapun membiasakan diri menyatakan “tidak ada dalilnya”, hanya akan menampakkan kebodohan seseorang, karena hakikatnya dia jauh dari pantas untuk mengucapkannya.

Kebodohan itu buruk, tapi seorang yang menampakkan kebodohannya kepada publik itu lebih buruk lagi. Kebodohan itu jelek, tapi seorang yang membela kebodohannya lebih jelek lagi. Kebodohan itu merusak, tapi orang bodoh yang merasa pandai itu lebih merusak lagi. Kebodohan itu aneh, tapi orang bodoh yang tidak sadar dirinya bodoh lebih aneh lagi.

Jadikan ilmu sebagai penuntun, orang lain sebagai cermin, dan bersoleklah dengan sifat hati-hati. Niscaya anda akan menjadi seorang dihargai serta layak untuk dipuji. Itulah hakikat orang yang berilmu yang sebenarnya. Seorang yang hidupnya senantiasa bersanding dengan sifat khosyatullah (takut kepada Alloh) dan budi pekerti serta tutur kata yang luhur. 😊😊