وَالتَّحْقِيقُ أَنَّ الْأُمَرَاءَ إنَّمَا يُطَاعُونَ إذَا أَمَرُوا بِمُقْتَضَى الْعِلْمِ؛ فَطَاعَتُهُمْ تَبَعٌ لِطَاعَةِ الْعُلَمَاءِ؛ فَإِنَّ الطَّاعَةَ إنَّمَا تَكُونُ فِي الْمَعْرُوفِ وَمَا أَوْجَبَهُ الْعِلْمُ، فَكَمَا أَنَّ طَاعَةَ الْعُلَمَاءِ تَبَعٌ لِطَاعَةِ الرَّسُولِ فَطَاعَةُ الْأُمَرَاءِ تَبَعٌ لِطَاعَةِ الْعُلَمَاءِ، وَلَمَّا كَانَ قِيَامُ الْإِسْلَامِ بِطَائِفَتَيْ الْعُلَمَاءِ وَالْأُمَرَاءِ، وَكَانَ النَّاسُ كُلُّهُمْ لَهُمْ تَبَعًا، كَانَ صَلَاحُ الْعَالَمِ بِصَلَاحِ هَاتَيْنِ الطَّائِفَتَيْنِ، وَفَسَادُهُ بِفَسَادِهِمَا، كَمَا قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ وَغَيْرُهُ مِنْ السَّلَفِ: صِنْفَانِ مِنْ النَّاسِ إذَا صَلَحَا صَلَحَ النَّاسُ، وَإِذَا فَسَدَا فَسَدَ النَّاسُ، قِيلَ: مَنْ هُمْ؟ قَالَ: الْمُلُوكُ، وَالْعُلَمَاءُ. إعلام الموقعين عن رب العالمين (1/ 8)

Sesuai dengan penelitian, sesungguhnya para umara’ (pemimpin) hanyalah ditaati apabila mereka memerintahkan (sesuatu) yang sesuai dengan kandungan ilmu (syar’i). Maka mentaati mereka, mengikuti ketaatan kepada ulama’. Karena ketaatan itu hanyalah ada pada sesuatu yang ma’ruf (baik) dan pada sesuatu yang diwajibkan ilmu (untuk mentaatinya). Sebagaimana ketaatan kepada ulama’, mengikuti ketaatan kepada Rosul –shollallahu ‘alaihi wa sallam-. Maka ketaatan kepada umara’ (pemimpin), mengikuti ketaatan kepada ulama’. Sebagaimana tegaknya Islam, dengan tegaknya (baiknya) dua golongan, yaitu ulama’ dan umara’. Semua manusia mengikuti mereka. Kebaikan alam, disebabkan oleh kebaikan dua golongan ini, dan kerusakannya juga disebabkan dengan kerusakan keduanya. Sebagaimana pernyataan Imam Ibnul Mubarok –rahimahullah- dan selainnya dari kalangan salaf : Ada dua golongan dari manusia, apabila keduanya baik, maka manusia juga baik. Dan apabila keduanya rusak, maka manusia juga rusak. Beliau ditanya : Siapa mereka ? beliau menjawab : Umara’ dan ulama’. [I’lamul Muwaqqi’in ‘An Robbil ‘Alamin : 1/8 ].

(Abdullah Al-Jirani)