Oleh: Asep Jailni

Ilmu ushul fiqih adalah : ilmu yang membahas tiga perkara :

Pertama : qaidah-qaidah umum yang diperlukan dalam menggali hukum Alloh dari dalilnya.
Contoh qaidah tersebut seperti :
1. Setiap ayat Qur’an itu hujjah dalam menggali hukum.
2. Setiap sabda Nabi itu hujjah dalam mengambil hukum.
3. Setiap ijma (kesepakatan para mujtahid) itu hujjah.
4. Setiap qiyas yang sah itu hujjah.
5. Setiap pendapat shahabat Nabi itu hujjah menurut sebagian ulama.
6. Setiap perintah itu dalil wajib selagi tidak ada tanda yang memalingkan dari wajib.
7. Setiap larangan itu dalil haram selagi tidak ada tanda yang memalingkan dari haram.
8. Dll.

Kedua : ketentuan-ketentuan yang harus diikuti penggali hukum ketika menemukan dalil-dalil yang berlawanan atau bertentangan, contoh :
1. “Setiap hukum yang dalilnya lebih banyak itu harus diunggulkan atas hukum yang dalilnya lebih sedikit”.
2. “Setiap dalil yang diriwayatkan oleh perowi yang kuat hapalan itu harus diunggulkan atas dalil yang diriwayatkan oleh perowi yang lemah hapalan”.
3. Dll.

Ketiga : kriteria-kriteria penggali hukum, contohnya : “penggali hukum harus :
1. Alim dalam bahasa Arab.
2. Alim dalam ushul fiqih.
3. Alim dalam ayat-ayat dan hadits ahkam.
4. Dll.

Ini makna perkataan syeikh Zakariya al-anshori dalam “Lubbul-ushul” :
أصول الفقه : أدلة الفقه اﻹجمالية وطرق استفادة جزئياتها وحال مستفيدها.
Allohu a’lamu.

كتبه : أبو مصطفى آصف عبد القادر جيلاني اﻷحقافي
بوغور 4 رمضان 1439