Masjid Sunnah?

Oleh: Ma’ruf Khozin

Mereka pun masih berulah di bulan Ramadlan ini dengan mengklaim masjid mereka yang sesuai Sunnah. Ada beberapa kriteria, yang pertama adalah tidak banyak hiasan kaligrafi. Dengan demikian Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tidak masuk kategori masjid Sunnah karena banyak kaligrafinya.

Diantara kriteria lainnya adalah tidak ada doa bersama. Ini yang perlu saya jawab. Sebab amalan kita di masjid dengan doa bersama bukanlah bidah.

Berikut adalah dalilnya:

ﻭﻋﻦ ﺳﻠﻤﺎﻥ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ” «ﻣﺎ ﺭﻓﻊ ﻗﻮﻡ ﺃﻛﻔﻬﻢ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ – ﻋﺰ ﻭﺟﻞ – ﻳﺴﺄﻟﻮﻧﻪ ﺷﻴﺌﺎ، ﺇﻻ ﻛﺎﻥ ﺣﻘﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻀﻊ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ اﻟﺬﻱ ﺳﺄﻟﻮا» “. ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ، ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺭﺟﺎﻝ اﻟﺼﺤﻴﺢ

Dari Salman bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada satu kaum mengangkat telapak tangannya meminta kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkan dengan meletakkan apa yang mereka minta di tangan mereka” (HR Thabrani, para perawinya sahih)

Doa bersama dengan diamini oleh yang lain berdasarkan hadis berikut:

«ﻻ ﻳﺠﺘﻤﻊ ﻣﻸ ﻓﻴﺪﻋﻮ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻭﻳﺆﻣﻦ ﺳﺎﺋﺮﻫﻢ، ﺇﻻ ﺃﺟﺎﺑﻬﻢ اﻟﻠﻪ» “. ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺭﺟﺎﻝ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﻏﻴﺮ اﺑﻦ ﻟﻬﻴﻌﺔ، ﻭﻫﻮ ﺣﺴﻦ اﻟﺤﺪﻳﺚ.

“Tidak berkumpul sekelompok orang yang mulia, sebagian berdoa dan sebagian lagi membaca amin, kecuali Allah kabulkan untuk semuanya” (HR Thabrani, para perawinya sahih kecuali Ibnu Lahiah, ia Hadisnya Hasan)

Al-Hafidz Al-Haitsami terkadang memberi penilaian Hasan dan kadang dlaif kepada Ibnu Lahiah. Ulama yang lain lebih banyak menilai dlaif, dikarenakan rumahnya pernah terbakar, juga kitab-kitabnya.

Al-Hafidz Adz-Dzahabi memberi catatan yang bijak:

وبعض الحفاظ يروي حديثه ، ويذكره في الشواهد ، والاعتبارات ، والزهد والملاحم لا في الأصول

Sebagian ahli hadis yang bergelar Al-Hafidz meriwayatkan Hadisnya Ibnu Lahiah, mencantumkan namanya dalam hadis penguat eksternal, hal-hal yang dipertimbangkan, Zuhud dan perang, bukan bab akidah (Siyar A’lam An-Nubala’ 7/126)

Jika mereka berdalih bahwa hadis diatas adalah dalil umum bukan dalil khusus doa bersama mengangkat kedua tangan setelah shalat? Maka jawabannya bahwa hadis tentang bidah juga umum yang selalu dipaksakan untuk membidahkan hal-hal khusus.