Harusnya kalo betul2 berprinsip
قال الله وقال الرسول
tidak boleh sama sekali
menyelipkan kalimat apapun ketika ceramah atau taklim atau menulis. Pokoknya ayat Al-Qur’an dan hadits saja, tidak boleh diterjemah. Krn kapan ia menjelaskan, pasti sdh ada tambahan قُلْتُ (pendapat saya) secara tersirat.

Jadi tidak murni lagi slogan yg selalu diteriakkan.