Oleh: Amar Kamal

Dalam pembahasan Ushul Fiqh, kita akan mendapati 3 golongan manusia dalam hal ilmu agama:
1. Mujtahid: Ia adalah seorang alim yang mampu langsung kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah dengan mengeluarkan hukum baik secara Nash ataupun istidlal.

2. Muqallid: Ia adalah seorang yang memiliki sedikit keilmuan tapi belum mencapai derajat mujtahid, penguasaannya terhadap ilmu-ilmu pendukung belum matang, sehingga ia masih susah untuk langsung kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

3. Awam: Ia adalah orang yang tidak memiliki kemampuan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dikarenakan tidak menguasai ilmu-ilmu pendukung. Baik karena tidak tau sama sekali ataupun pengetahuan tentang ilmu-ilmu pendukung itu sangat minim sekali.

Golongan Pertama: Ia tidak boleh taqlid kepada ulama yang lain. Mereka punya manhaj dalam mengeluarkan hukum dari Al-Quran dan As-Sunnah yang sudah teruji. Bahkan pendapat mujtahid itulah yang biasa kita sebut madzhab.

Golongan Kedua: mereka adalah para ulama yang menempuh metode madzhab, yakni mengikuti manhaj yang telah diletakkan oleh Imam mujtahid dalam mengeluarkan hukum dari Al-Quran dan As-Sunnah, Karena dengannya, mereka akan lebih mudah untuk mencapai derajat mujtahid.

Golongan Ketiga: Awam, tidak wajib bermazhab, karena madzhab dia adalah madzhab muftinya. Sebagaimana yang Allah sebutkan:
فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون
“Bertanyalah kalian kepada Ahli Ilmu, apabila kalian tidak mengetahui. ”

Artinya: Bahwa awam ini hanya diperintah untuk bertanya? Bertanya kepada siapa?
1. Jika ia bertanya kepada Mujathid, berarti madzhab awam ini ngikut madzhab mujtahid tersebut.
2. Jika ia bertanya kepada muqallid, maka ia akan menjawab sesuai dengan madzhab muqallid ini. Jadi ia hanya naqilul madzhab.

Tapi apa yang terjadi di zaman ini, sangat miris. Kebanyakan thullab ilmi hari ini, bahkan diantara mereka ada yg disebut-sebut syaikh kabir padahal levelnya masih muqallid, tapi berani untuk tampil bak mujtahid dan berfatwa. Makanya kita akan dapati fatwa-fatwa mereka mengalami keguncangan dikarenakan mereka manhaj mereka semrawut, comot sana comot sini. Ini namanya TAK TAHU DIRI.

Dan yang lebih KURANG AJAR lagi adalah awam yang suka mengkritik ULAMA.

Saya jika bertemu sama orang-orang yang memposisikan dirinya bak MUJTAHID, maka hal pertama kali yang saya minta ketika orang itu mengeluarkan dalil Al-Quran atau As-Sunnah adalah I’ROB AYAT ATAU I’ROB HADITS.

Karena sebagaimana yang disebutkan oleh Imam asy-Syathibiy dalam Al-Muwafaqat, salah satu syarat seorang mujtahid minimal sekaliber Imam-Imam Ahli bahasa dalam memahami Ayat atau hadits yang ia jadikan dalil.

Sumber:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1425973594214474&id=100004055401093