Hampir saja ibnu Hazm mengklaim adanya larangan taqlid secara muthlaq (baik taqlidnya mujtahid ke mujtahid atau Awam ke mujtahid) dan beliau menceritakan kalau itu adalah ucapan malik,syafi’iy dan selain mereka berdua,dia berkata :

“Dan didalam keseluruhan kitab-kitabnya Imam Asy-Syafi’iy melarang seseorang taqlid kepadanya dan melarang taqlid kepada selainnya,demikianlah Al-Muzaniy meriwayatkan darinya”

Al-Imam Ash-Shoidalāniy berkata :

“Sesungguhnya Asy-Syafi’iy hanya melarang taqlid bagi siapa saja yang sudah mencapai derajat mujtahid..adapun yang belum sampai derajat mujtahid maka tidak ada pilihan baginya kecuali TAQLĪD”.(Al-‘Aqdul Farīd Fi Ahkāmit Taqlīd)