Lagi-lagi saya ingin mengomentari sebuah tulisan yang bagus dari seorang penuntut ilmu di Martapura, tentang zakat fitrah pakai duit…
——–

Nah ulun ada membuat pembahasan terbaru tentang zakat:
DAPAT LAGI ILMU BARU TENTANG ZAKAT FITRAH VERSI HANAFI..
dan ini masalah yang daqiq,tahqiq,
dari seorang santri pondok pesantren martapura:
ALMUHAQQIQ AL MUDAQQIQ AWI MAHMUD AL MINHAJI..
.
naaah pas saya baca,saya tela’ahi,saya dalami bener-bener,
kalau mau taklid dengan hanafi (berzakat dengan uang) memang sepenuhnya harus ngikut tata cara mazhab hanafi,agar tidak terjadi talfiq,dan SAH dgn sebenar-benar sah,
.
alfiqhul islami syekh wahbah zuhaili halaman 2044 jilid 3:
اﻟﻤﺒﺤﺚ اﻟﺜﺎﻟﺚ ـ ﺟﻨﺲ اﻟﻮاﺟﺐ ﻭﺻﻔﺘﻪ ﻭﻣﻘﺪاﺭﻩ:
ﻗﺎﻝ اﻟﺤﻨﻔﻴﺔ (¬1): ﺗﺠﺐ ﺯﻛﺎﺓ اﻟﻔﻄﺮ ﻣﻦ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻴﺎء: اﻟﺤﻨﻄﺔ ﻭاﻟﺸﻌﻴﺮ ﻭاﻟﺘﻤﺮ ﻭاﻟﺰﺑﻴﺐ، ﻭﻗﺪﺭﻫﺎ ﻧﺼﻒ ﺻﺎﻉ ﻣﻦ ﺣﻨﻄﺔ ﺃﻭ ﺻﺎﻉ ﻣﻦ ﺷﻌﻴﺮ ﺃﻭ ﺗﻤﺮ ﺃﻭ ﺯﺑﻴﺐ، ﻭاﻟﺼﺎﻉ ﻋﻨﺪ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﻣﺤﻤﺪ ﺛﻤﺎﻧﻴﺔ ﺃﺭﻃﺎﻝ ﺑﺎﻟﻌﺮاﻗﻲ، ﻭاﻟﺮﻃﻞ اﻟﻌﺮاﻗﻲ ﻣﺌﺔ ﻭﺛﻼﺛﻮﻥ ﺩﺭﻫﻤﺎ، ﻭﻳﺴﺎﻭﻱ 3800 ﻏﺮاﻣﺎ؛ ﻷﻧﻪ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺴﻼﻡ ﻛﺎﻥ ﻳﺘﻮﺿﺄ ﺑﺎﻟﻤﺪ ﺭﻃﻠﻴﻦ، ﻭﻳﻐﺘﺴﻞ ﺑﺎﻟﺼﺎﻉ ﺛﻤﺎﻧﻴﺔ ﺃﺭﻃﺎﻝ (¬2)، ﻭﻫﻜﺬا ﻛﺎﻥ ﺻﺎﻉ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ (¬3) ﻭﻫﻮ ﺃﺻﻐﺮ ﻣﻦ اﻟﻬﺎﺷﻤﻲ، ﻭﻛﺎﻧﻮا ﻳﺴﺘﻌﻤﻠﻮﻥ اﻟﻬﺎﺷﻤﻲ.
ﻭﺩﻟﻴﻠﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺗﻘﺪﻳﺮ اﻟﻔﻄﺮﺓ ﺑﺼﺎﻉ ﺃﻭ ﻧﺼﻔﻪ: ﺣﺪﻳﺚ ﺛﻌﻠﺒﺔ ﺑﻦ ﺻﻌﻴﺮ اﻟﻌﺬﺭﻱ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ: ﺧﻄﺒﻨﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻝ: «ﺃﺩﻭا ﻋﻦ ﻛﻞ ﺣﺮ ﻭﻋﺒﺪ ﻧﺼﻒ ﺻﺎﻉ ﻣﻦ ﺑﺮ، ﺃﻭ ﺻﺎﻋﺎ ﻣﻦ ﺗﻤﺮ، ﺃﻭ ﺻﺎﻋﺎ ﻣﻦ ﺷﻌﻴﺮ» (¬4).
.
ﺩﻓﻊ اﻟﻘﻴﻤﺔ ﻋﻨﺪﻫﻢ: ﻳﺠﻮﺯ ﻋﻨﺪ اﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﺃﻥ ﻳﻌﻄﻲ ﻋﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺫﻟﻚ اﻟﻘﻴﻤﺔ ﺩﺭاﻫﻢ ﺃﻭ ﺩﻧﺎﻧﻴﺮ ﺃﻭ ﻓﻠﻮﺳﺎ ﺃﻭ ﻋﺮﻭﺿﺎ ﺃﻭ ﻣﺎ ﺷﺎء؛ ﻷﻥ اﻟﻮاﺟﺐ ﻓﻲ اﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﺇﻏﻨﺎء اﻟﻔﻘﻴﺮ، ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﺃﻏﻨﻮﻫﻢ ﻋﻦ اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻓﻲ ﻣﺜﻞ ﻫﺬا اﻟﻴﻮﻡ» ﻭاﻹﻏﻨﺎء ﻳﺤﺼﻞ ﺑﺎﻟﻘﻴﻤﺔ، ﺑﻞ ﺃﺗﻢ ﻭﺃﻭﻓﺮ ﻭﺃﻳﺴﺮ؛ ﻷﻧﻬﺎ ﺃﻗﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﺩﻓﻊ اﻟﺤﺎﺟﺔ، ﻓﻴﺘﺒﻴﻦ ﺃﻥ اﻟﻨﺺ ﻣﻌﻠﻞ ﺑﺎﻹﻏﻨﺎء.
.
ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺠﻤﻬﻮﺭ (¬1): ﺗﺆﺩﻯ ﺯﻛﺎﺓ اﻟﻔﻄﺮ ﻣﻦ اﻟﺤﺒﻮﺏ ﻭاﻟﺜﻤﺎﺭ اﻟﻤﻘﺘﺎﺗﺔ ﻭﻫﻲ ﺻﺎﻉ، ﻭﺗﻔﺼﻴﻞ ﻛﻼﻣﻬﻢ ﻣﺎ ﻳﺄﺗﻲ.
.
ﻳﺮﻯ اﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ: ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺠﺐ ﻣﻦ ﻏﺎﻟﺐ ﻗﻮﺕ اﻟﺒﻠﺪ
.
ﻭﺫﻫﺐ اﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺠﺐ ﻣﻦ ﻏﺎﻟﺐ ﻗﻮﺕ اﻟﺒﻠﺪ ﺃﻭ اﻟﻤﺤﻞ؛ ﻷﻥ ﺫﻟﻚ ﻳﺨﺘﻠﻒ ﺑﺎﺧﺘﻼﻑ اﻟﻨﻮاﺣﻲ،
.
ﻭﻗﺮﺭ اﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ: ﺃﻧﻪ ﻳﺠﺐ اﻟﻤﻨﺼﻮﺹ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﺒﺮ ﻭاﻟﺸﻌﻴﺮ ﻭاﻟﺘﻤﺮ ﻭاﻟﺰﺑﻴﺐ ﻭاﻷﻗﻂ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﺗﻮﺟﺪ ﻫﺬﻩ اﻷﺻﻨﺎﻑ ﻳﺠﺰﺋﻪ ﻛﻞ ﻣﻘﺘﺎﺕ ﻣﻦ اﻟﺤﺒﻮﺏ ﻭاﻟﺜﻤﺎﺭ،
.
kesimpulannya:
HANAFIYAH mewajibkan zakat fitrah HANYA pada empat macam,yaitu:
hinthoh/burr , sya’iir , tamar , zabib ,(mereka tidak mengalihkan atau tdk mentakwilkan fahaman dalam hadist itu ke arah MAKANAN POKOK,tapi mereka memaknakan dan menerbitkan hukum zakat fitrah sesuai ibarat nash,yg mana disini otomatis mazhab hanafi tdk mengakui kesahhan berfitrah dgn beras/harga beras)
(sementara jumhur atau mazhab lainnya SYAFI’IYAH,MALIKIYAH,HANABILAH mengarahkan fahaman kepada MAKANAN POKOK negri itu,tdk terpaku pada ibaratun nash,tp mereka juga memaham dgn isyarat dan dalalah nash,sebagaimana yg sudah saya tulis diatas,yg mana disini 3 mazhab selain hanafi masih mengakui kesahhan berzakat dengan BERAS langsung,namun mereka tidak mengakui kesahhan berfitrah dgn harga berasnya)
.
ukurannya dalam mazhab HANAFI: setengah sho’ pada hinthoh/burr,dan 1 sho’ full pada 3 lainnya,
ukuran 1 sho’ disisi ulama hanafiah adalah 3.8 kg,
YANG PERLU DI PERHATIKAN DI SINI ADALAH:
hanafiyah tidak mengakui kesahhan berzakat dengan BERAS (ataupun qimah/harga beras),karena mereka membatasi zakat fitrah boleh dan soh di laksanakan hanya dgn 4 macam makanan itu,adapun beras,tidak masuk dalam hal ini (jadi mereka tidak menerapkan qiyas pada hal ini),
lalu kalau kita bertaklid atau ngikut mazhab hanafi,agar tidak talfiq otomatis kita di tuntut berzakat fitrah dengan HINTHOH/BURR,SYA’IR,TAMAR,ZABIB, tak boleh yang lain,,
naaaahhh… disini inti pembahasan kita:
kalau kita yg mau taklid dgn hanafi,lalu tidak menemukan hinthoh,sya’ir,tamar,zabib,maka boleh di ganti dgn QIMAH nya (harga benda-benda semua itu),jadi kita berzakat fitrahnya dgn UANG (harga setengah sho’ hinthoh/burr,atau harga 1 sho’ sya’ir,atau 1 sho’ tamar,atau 1 sho’ zabib, BUKAN HARGA SETENGAH SHO’ BERAS ATAU 1 SHO’ BERAS,karena hanafi tidak mengakui kesahhan berzakat dgn beras/makanan pokok kita)
.
saya uraikan lagi ya….
HANAFIYAH tidak mengakui kesahhan berzakat dengan BERAS ataupun dgn harga beras (karena mereka tdk mengarahkan arti hadist itu ke makanan pokok,jd tdk ada qiyas-qiyasan disini,harus yg memang ada dalam nash)
.
SYAFI’IYAH,MALIKIYAH,HANABILAH mengakui kesahhan berzakat dgn BERAS (makanan pokok),namun mereka tidak mengakui kesahhan berzakat dgn harga beras
.
hasil dari pembahasan ini adalah:
JUMHUR ULAMA 4 MAZHAB (hanafi,maliki,syafi’i,hanbali) TIDAK MENGAKUI KESAHHAN BERZAKAT FITRAH DENGAN QIMAH/HARGA BERAS
.
lalu bagaimana solusinya agar zakat fitrah dengan UANG bisa sah?
yang membolehkan berzakat dengan UANG hanya mazhab hanafi sendiri,maka bagi orang-orang yang ingin berzakat dengan uang agar zakat fitrahnya sah wajib mereka mengikuti tata cara mazhab hanafi,yaitu menyiapkan uang seharga:
setengah sho’ hinthoh/burr
atau 1 sho’ sya’ir, atau 1 sho’ kurma atau 1 sho’ anggur..
BUKAN UANG SEHARGA setengah sho’ beras atau uang seharga 1 sho’ beras..
.
setengah sho’ hinthoh/burr (sekarang seharga 125rb rupiah)
1 sho’ tamar atau kurma (seharga 150rb rupiah)
1 sho’ zabib atau anggur (seharga 152rb rupiah)
1 sho’ sya’ir (seharga 160rb rupiah)
INILAH YANG HARUS DIBAYARKAN OLEH ORANG YANG BERZAKAT NGIKUT ATAU TAKLID KEPADA MAZHAB HANAFIYAH,
agar soh 100% zakat fitrah kita,
kalau ngikutin harga beras yg di bagikan oleh kemenag daerah msng2,maka saya takut zakat fitrah anda anda tidak sah,karena terjadi talfiq dan bahkan jumhur ulama 4 mazhab tdk mengakui kesahhan berfitrah dgn uang seharga beras,
.
walhasil kalau kita mau ambil aman lebih baik berzakat fitrah langsung dengan beras saja,jangan di ganti dgn uang seharga beras (karena tdk sah sesuai kesepakatan 4 mazhab)
APA SUSAHNYA SIH ke pasar beli berasnya,lalu diniatkan dan diserahkan kepada mustahiq,hehe…
.
intaha penulis:
AWI MAHMUD
.
silahkan di print dan dibagikan dikota kota anda,dikampung kampung anda,dan di share lewat semua media internet,agar zakat fitrah semua orang menjadi sah,
kalau masih ragu dengan pembahasan yang saya tulis ini,silahkan bawa tulisan saya ke hadapan guru guru fiqh anda,atau kpd ketua MUI pusat agar didiskusikan dan dibikin bantahan ilmiahnya,hehe…
————-

Tulisan yg sangat bagus, tapi seandainya ada seseorang muslim hidup di Indonesia bermazhab Hanafi, makanan pokoknya adalah nasi dan dia termasuk orang yang pas2an.
Lalu dia harus bagaimana?
Mau ngeluarin zakat fitrah berupa setengah sho’ Hinthoh, atau 1 sho Syair, tamr atau zabib, tapi adat masyarakat Indonesia menerima zakat fitrah berupa beras.
Mau ngeluarin zakat fitrah berupa uang?
Tapi makanan pokoknya adalah beras dan dia tergolong pas2an…
Oleh karena itu saya tambahkan bahwa Dr. Yusuf al Qardawi di dalam kitab fiqh zakatnya membolehkan mengeluarkan nilai zakat fitrah menurut takaran mazhab Hanafi. Tapi nilai yang dikeluarkan adalah nilai makanan pokok setempat yaitu kalau di Indonesia senilai 3.8 Kilo Beras.

Sumber:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10209476111739284&id=1820628958