Beginilah contohnya kesesatan ‘aqidah Murji-ah, fatalistik sekali dalam menyikapi perbedaan pendapat. Seakan all or nothing at all.

Ngustad ini, walaupun katanya lulusan Fakultas Hadîts di TimTeng, tetapi jelas sekali tidak paham fiqih namun sok bicara tentang fiqih.

Sekarang coba ditanyakan, itu Muslim di Amrik, Muslim di Aussie, Muslim di UK, dan negara-negara Eropa lainnya, siapakah yang menentukan puasanya dan berharirayanya itu kapan?

Pemerintahnya (umarô’) kah?

Memangnya itu umarô’ di negeri-negeri kuffâr itu Ulil Amri apa???

Bahkan, memangnya umarô’ di sana itu mengurusi masalah puasanya Ummat Islâm apa?

Bodoh kok ya dipelihara?!?

Lebih kacau lagi, malah menulis yang tidak-tidak, menebarkan kebencian terhadap sesama Muslim yang berbeda pendapat dengannya.

FYI, itu yang menentukan puasa di Amrik ya ISNA, atau di Aussie ya ANIC, atau di UK ya MCB. Di mana semua itu bukanlah umarô’.

Duuuh…!

Pertanyaannya: apa masih mau merujuk perkara agama kepada GPK Kokohiyyun itu?

▪ IQ itu given, stupid itu pilihan.

نسأل الله السلامة والعافية

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=168559173816255&id=145550472783792