Seorang sahabat sempat merasa berkecil hati lantaran dia merasa belum banyak ilmu yang dimilikinya untuk disampaikan kepada orang lain. Lantas dia bertanya kepada seorang yang faham akan ilmu agama.

“Wahai ustadz, saya ini baru mulai belajar ilmu agama. Hidupku ini masih amat jauh tertinggal dari yang lain. Mengaji saja saya masih alif, ba dan ta. Bagaimana mungkin aku bisa mengajak yang lain untuk hijrah. Aku tidak pandai bicara sepertimu..”
__________

Banyak cara mencari kebaikan. Tak harus dia pintar ceramah, tak harus dia paham agama dahulu. Gunakanlah kemampuanmu untuk mendapatkan ridho-Nya. Allah tidak akan membebani diluar kemampuannya.

Mungkin dia sanggupnya hanya bersih bersih. Lakukan bersih bersih saat akan ada majelis ilmu. Mungkin dia bisanya hanya kebut -kebutan. Gunakan keahliannya itu untuk menjemput ustadz yang sering telat karena kebanyakan agenda misalnya 😀.

Oh..saya bisanya desain grafis. Gunakan untuk membuat pamflet yang bagus. Jangan sampai acara penuh barokah pemberitaannya kalah dengan acara yang mengandung maksiat.

Oh…Saya sukanya bikin status kan saya banyak follower. Share info majelis-majelis ilmu agar makin banyak yang hadir

Oh..saya bisanya masak. Ya jadilah seksi konsumsi yang menyiapkan hidangan para hadirin

Semua kalangan bisa berbuat baik. Bisa meraih pahala tersebut asalkan niatnya lurus

Kata Sang Ustadz dalam penutupan kajian tersebut adalah.

.”Belum tentu pahala saya yang berceramah lebih besar dari seksi konsumsi yang bisanya cuma bungkusin snack. Karena hanya Allah sebaik baik penilai pahala. Siapa tahu dia ikhlas..sedang Sang Ustadz ada riya terselip dalam dada. Maka tetaplah berbuat baik sesuai yang kau mampu..”

______________