Ustadz : Aan Chandra Thalib (ACT)

SELAMAT HARI RAYA 1439 H
Taqabbalallahu minna wa minkum
Minal Aidin Walfaizin

Bismillah…
Persoalan memberi tahniah (ucapan selamat hari raya) merupakan persoalan adat kebiasaan dan bukan ibadah, inilah pendapat mayoritas ulama’. Jadi lafadz apapun yang diucapkan selama lafadz tersebut tidak bertentangan dengan syari’at maka dibolehkan. Seperti :

-Ied Mubarak
-Ahaalahullahu alaika.
-Minal aidin wal faizin, dll.

Lafadz-lafadz tersebut hukumnya mubah (boleh) diucapkan.
Memang terdapat nukilan yang menyebutkan lafadz tahniah para sahabat yaitu “taqabbalallahu minna wa minkum” (Fathul Bari : II : 446). Namun lafadz tersebut tidak sharih (gamblang) sebagai pembatasan. Bila seorang mengucapkannya, maka baik. Namun bila dia memberi tahniah dengan ucapan lain, maka tidak masalah dan tidak diingkari, bahkan mengingkarinya adalah hal yang munkar.

Sebab membatasi keumuman hal-hal yang bersifat mubah membutuhkan dalil yang sharih juga. Dan dalam hal ini tidak ada dalil yang sharih, jadi kembali pada hukum asalnya.
Lalu apa arti kata “minal aidin walfaizin” ? lafadz di atas berisi harapan agar hari raya tersebut berulang setiap tahunnya. Juga harapan agar seseorang meraih ridha dan ampunan Allah. Jadi tidak ada yang salah.

Wallahu a’lam.

Berlin-Jerman, 29 Ramadhan 1439 H
Sumber : Instagram beliau.
———
catatan :

Tambahan dari saya (abdullah al-jirani) : Kalimat “minnal ‘aidin wal faizin” bentuknya diringkas. Aslinya : Allahumma ijalna minal ‘aidin wal faizin(اللهم اجعلنا من العائدين و الفائزين). Artinya : “Ya Allah ! jadikan kami termasuk orang-orang yang kembali bersih dan orang-orang yang beruntung.” Jadi kalimat ini maknanya baik. Karena terkandung do’a. Alhamdulillah.

Siapa tahu ketularan beliau bisa terbang ke Berlin-Jerman…he…he…(mengharap…😊).