Salah satu ciri khas para ulama’ terdahulu, mereka sangat menghindari untuk masuk dan dekat dengan penguasa. Karena takut agamanya terfitnah. Terkecuali masuk kepada mereka untuk tujuan nasihat atau amar ma’ruf serta nahi munkar saja yang diiringi dengan menjauhi sifat-sifat kemunafikan.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

من أتى أبواب السلطان أفتتن

“Barang siapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa, maka dia akan difitnah.” [ HR. Ahmad dan dishohihkan oleh Al Haitsami ].

Maksud difitnah disini, karena seorang yang masuk kepada penguasa, jika dia mencocoki apa yang dilakukan penguasa atau minimal mendiamkan, maka penguasa telah membahayakan agamanya (tapi dia dapat dunia yang melimpah). Tapi jika dia menyelisihi penguasa, maka penguasa telah membahayakan dunianya (namun selamat agamanya). [ Al Mubarokfury dalam Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At Tirmidzi ].

Maka ada dua hal yang bisa mengubah agama seorang alim. Pertama : uang, dan kedua : jabatan. Sangat sedikit dari mereka yang selamat dari dua fitnah ini.

نسأل الله السلامة و العافية. آمين يا رب العالمين

Abdullah Al-Jirani