KATANYA “MAAF MAAFAN” SAAT HARI RAYA ITU BID’AH…
.
Alasannya, karena MENGKHUSUSKAN WAKTU TERTENTU dalam maaf-maafan; padahal tidak ada dalil khusus harus waktu ini itu.
.
DISKUSI:
1. Memang kalau Anda “minta maaf” kepada orang lain, menunggu saat IDUL FITRI saja? Adakah dalilnya “harus menunggu Idul Fitri” dulu?
2. Andai Anda tidak meminta maaf saat hari raya, apakah Anda merasa IBADAH ANDA jadi tidak sah?
3. Apa sih tujuan kita meminta maaf saat hari raya? Apakah karena ingin menyempurnakan pembersihan dosa dosa diri, atau karena ingin mendapat PAHALA BESAR dari amalan meminta maaf? Tujuannya, untuk kesempurnaan pertaubatan kita kan.
.
MAU…meminta maaf, mengucapkan selamat, mendoakan, mengharapkan keberkahan, mendoakan kebahagiaan, memberi motivasi, muhasabah diri, dst. dalam momen HARI RAYA; semua itu diperbolehkan, karena ia adalah bagian dari MENSYUKURI NIKMAT HARI RAYA.
.
Dalilnya: “Wa li tukmilul ‘iddata wa li tukabbirullaha ‘ala maa hadakum, wa la’allakum tasykuruun” (agar kalian sempurnakan bilangan hari dalam bulan puasa, dan agar kalian TAKBIRAN seperti yang Allah ajarkan kepada kalian, dan agar KALIAN BERSYUKUR).
.
Kecuali kalau momen hari raya dipakai untuk: mesum, berjudi, nenggak miras, membakar narkoba, mencuri, menzhalimi orang, dan seterusnya; itu jelas DILARANG.
.
Ya kalau orang BERBUAT BAIK & MULIA di saat hari raya dilarang, jadi ya apa artinya kita PUNYA HARI RAYA…? Apakah dalam hari raya itu harus SEPI, DINGIN, HAMBAR, tanpa ada gairah kebaikan apapun…?
.
Salah satu hikmah SHALAT ID di musholla (lapangan terbuka) adalah untuk MEMPERLIHATKAN IZZAH (kehormatan) Ummat. Bahwa Ummat ini hebat, kuat, solid, berwibawa.
.
Ini berarti dalam berhari raya ada kegiatan kegiatan yang tidak melulu bersifat RITUAL. Tetapi juga ada aspek BUDAYA-nya. Dan maaf maafan termasuk bagian dari budaya (‘adat) itu.
.
Namun kalau kebaikan kebaikan dalam BERHARI RAYA itu ingin dibongkar satu per satu, lalu diganti fatwa fatwa baru yang cenderung “salah paham terus”, ya gimana ya?
.
KALAU benar benar Anda itu bagian dari Ahlus Sunnah wal Jamaah; mohonlah untuk selalu MENJAGA KESATUAN Ummat. Jangan memprovokasi keributan terus.

Tulisan Terlengkap Seputar Ucapan Selamat Hari Raya:

http://www.wahdah.or.id/menyingkap-tabir-seputar-ucapan-selamat-hari-raya-idul-fitri-bagian-1/

http://www.wahdah.or.id/menyingkap-tabir-seputar-ucapan-selamat-hari-raya-idul-fitri-bagian-2/

http://www.wahdah.or.id/menyingkap-tabir-seputar-ucapan-selamat-hari-raya-idul-fitri-bagian-3/

http://www.wahdah.or.id/menyingkap-tabir-seputar-ucapan-selamat-hari-raya-idul-fitri-bagian-4/

http://www.wahdah.or.id/rahasia-tersirat-dibalik-doa-taqabbalallaahu-minna-wa-minkum/