Alhamdulillah berkat rahmat dan pertolongan Allah Ta’ala pemilihan presiden Turki dimenangkan Rojab Thoyyib Erdogan.

Erdogan adalah seorang pemimpin yang berupaya keras memperbaiki Turki dari berbagai kerusakan yang diakibatkan sekularisme dan memimpin rakyatnya menuju syariah sesuai kemampuan.

Ada banyak prestasi Erdogan dan kebaikan yang diciptakannya yang membawa mashlahat bagi Islam dan kaum muslimin di Turki dan Dunia Islam.

Tentu ada juga kekurangan dan kesalahan Erdogan. Namun dalam timbangan syariah dan kaedahnya Erdogan adalah pemimpin yang bail. Dia termasuk mujahid paling afdhol di jaman ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

“Apabila seorang pemimpin bersungguh-sungguh dalam memperbaiki agama dan dunia rakyat sesuai dengan kemampuannya, adalah ia termasuk orang yang paling utama dari antara orang-orang di masanya serta termasuk mujahid di jalan Allah yang paling afdhal.” [Majmu’ Fatawa jillid 28 halaman 262]

Selain itu ada dua alasan historis yang bisa kita jadikan alasan kegembiraan kita atas menangnya Erdogan dalam pilpres Turki:

Pertama, Nabi shollallaahu alaihi wasaallam dan para shohabat bergembira dengan kemenangan Romawi atas Persia. Karena Romawi yang beragama nashrani masih punya irisan dengan Islam yang dibawa Rosulullah shollallaahu alaihi wasaallam. Beda dengan Persia yang majusi dan musyrik yang tak punya irisan sama sekali.

Kedua, para shohabat bergembira dan bersuka cita dengan kemenangan Raja Najasyi saat berhasil mengalahkan pangeran/panglima yang memberontak dan berupaya mengambil alih kekuasaan Ethiopia.

Semoga kemenangan Erdogan menular kepada para oposisi di Indonesia. Pilpres, pilgub dan pilleg dimenangkan oposisi.