Al-Imam Malik perintis madzhab maliki pernah ditanya tentang makna “Istawa” sepertimana yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Baihaqi di dalam kitabnya al-Asma’ Wa al–Sifat:

“ ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﻋَﺒْﺪ ِﺍﻟﻠﻪِ : ﺍﻟﺮَّﺣْﻤـَــــٰﻦُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﺳْﺘَﻮَﻯْ ﻛَﻴْﻒَ ﺍﺳْﺘِﻮَﺍﺅُﻩُ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺄَﻃْﺮَﻕَ ﻣَﺎﻟِﻚٌ ﻭَﺃَﺧَﺬَﺗْﻪُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻀَﺎﺀَ ﺛُـﻢَّ ﺭَﻓَﻊَ ﺭَﺃْﺳَﻪُ ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺍﻟﺮَّﺣْـﻤَـٰﻦُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﺳْﺘَﻮَﻯْ ﻛَﻤَﺎ ﻭَﺻَﻒَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ، ﻭَﻟَﺎ ﻳُﻘَﺎﻝُ ﻛَﻴْﻒَ ﻭَﻛَﻴْﻒَ ﻋَﻨْﻪَ ﻣَﺮْﻓُﻮْﻉٌ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﺭَﺟُﻞٌ ﺳُﻮْﺀٌ ﺻَﺎﺣِﺐُ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺃَﺧَﺮَﺟُﻮْﻩُ . ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺄَﺧْﺮُﺝَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ”.

________
“Wahai Abu Abdillah: “Al-Rahman beristawa ke atas Arasy”, bagaimana Dia istawa? Maka al-Imam Malik menundukkan kepalanya dan peluh membasahinya, kemudian beliau mengangkat mukanya lalu berkata:

“Al-Rahman beristawa ke atas Arasy sepertimana Dia sifatkan diri-Nya dan tidak boleh dikatakan bagaimana [istiwa`-Nya] dan kaif [bagaimana istiwa`-Nya] diangkat daripada-Nya [tidak ada bagi-Nya kaif]. Sesungguhnya engkau ahli bid`ah, usirlah dia. Maka lelaki itupun diusir pergi” .

(Al-Imam al-Bayhaqi, al-Asma’ was-Sifat; Bab ma ja’ fi al-`Arsy wa al-Kursi, Dar Al-Jail Beirut, hlm. 568 ).

Dan riwayat yang lain sebagaimana yang dinyatakan oleh al-Imam al-Baihaqi imam malik berkata :

“ ﺍﻻِﺳْﺘِﻮَﺍﺀُ ﻏَﻴْﺮُ ﻣَـﺠْﻬُﻮْﻝٍ ﻭَﺍﻟْﻜَﻴْﻒُ ﻏَﻴْﺮُ ﻣَﻌْﻘُﻮْﻝٍ، ﻭَﺍﻟْﺈِﻳْـﻤَﺎﻥُ ﺑِﻪِ ﻭَﺍﺟِﺐٌ ﻭَﺍﻟﺴُّﺆَﺍﻝُ ﻋَﻨْﻪُ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ”

________
“Al-Istiwa’ tidak dijahilkan [yaitu ia diketahui dari al-Quran] dan Kaif [bagaimana istiwa-Nya] tidak diakalkan [yaitu tidak boleh diterima akal] dan beriman dengannya [istiwa` Allah ta`ala ke atas Arasy] wajib dan bertanya tentangnya [bagaimana istiwa-Nya] adalah bid`ah”

________
📌📌📌PERLU DI CATAT* . . . !!!
Konsensus 4 Madzhab Tentang Kekufuran Orang Yang Menetapkan Tempat Dan Arah Bagi Allah.

Asy-Syaikh al-‘Allâmah Syihabuddin Ahmad ibn Muhammad al-Mishri asy-Syafi’i al-Asy’ari (w 974 H) yang lebih dikenal dengan nama Ibn Hajar al-Haitami dalam karyanya berjudul al-Minhâj al-Qawîm ‘Alâ al-Muqaddimah al-Hadhramiyyah menuliskan sebagai berikut:

“ ﻭﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﻘَﺮَﺍﻓﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﺣﻜﻮﺍ ﻋﻦ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﻜﻔﺮ ﺍﻟﻘﺎﺋﻠﻴﻦ ﺑﺎﻟﺠﻬﺔ ﻭﺍﻟﺘﺠﺴﻴﻢ، ﻭﻫﻢ ﺣﻘﻴﻘﻮﻥ ﺑﺬﻟﻚ ”

________
“Ketahuilah bahwa al-Qarafi dan lainnya telah meriwayatkan dari al-Imâm asy-Syafi’i, al-Imâm Malik, al-Imâm Ahmad dan al-Imâm Abu Hanifah bahwa mereka semua sepakat mengatakan bahwa seorang yang menetapkan arah bagi Allah dan mengatakan bahwa Allah adalah benda maka orang tersebut telah menjadi kafir.

*Mereka semua (para Imam madzhab) tersebut telah benar-benar menyatakan demikian*.

( al-Minhâj al-Qawîm ‘Alâ al-Muqaddimah al-Hadhramiyyah, h. 224)
*********

______
Dengan penjelasan ini menjadi sangat terang bagi kita bahwa Aqidah yang benar sesuai Aqidah Rosulullah SAW adalah seperti halnya apa yang disampaikan Asy’ariyah Dan Maturidiyyah “ *ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN ARAH* “ .

ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﻐﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺴﻼﻡ : ﺍﻥ ﻋﻘﻴﺪﺓ ﺍﻻﺷﻌﺮﻱ ﺍﺟﻤﻊ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﻭﻓﻀﻼﺀ ﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﻭﻭﺍﻓﻘﻪ ﻋﻠﻲ ﺫﻟﻚ .

________
Al Ustadz Abdus Syakur dalam kitabnya Al kawakibu Lam’ah Hal 14 mengatakan : Syeikh Izzudin bin abdis salam mengatakan :

Bahwasanya Ulama’ Syafi’iyyah, Malikiyyah, Hanafiyyah, Dan para Pembesar ulama’ Hanabilah SEPAKAT / ijma’ atas Aqidah Asy’ariy .

Dan keyakinan Allah berada di langit yang dituduhkan sebagai keyakinan Al-Imam Abu Hanifah adalah kedustaan belaka yang sama seakali tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Tuduhan semacam ini tidak hanya kedustaan kepada Al-Imam Abu Hanifah semata, tapi juga kedusataan terhadap orang-orang Islam secara keseluruhan dan kedustaan terhadap ajaran-ajaran Islam itu sendiri.

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

📣📣📣 Sebarkan Aqidah ini kasihan umat yg tidak mengetahuinya* bisa-bisa terjerumus dalam kekafiran & kesesatan…

Sumber:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2013259402336461&id=1909527576042978