💭أستاذ شبهات
💭Scholar of syubhat
💭Ustadz syubhat

Syubhat adalah perkara yang samar yang Nabi صلى الله عليه وسلم sabdakan bahwa perkara syubhat tsb :

وبينهما أمور مشتبهات لا يعلمهن كثير من الناس

“… Antara keduanya (yang halal dan haram) terdapat perkara yang samar yang tidak diketahui oleh banyak manusia…”

Perkara-perkara yang samar tersebut memang tidak diketahui oleh sebagian besar manusia karena sebagian besar manusia adalah orang bodoh dan bukan ulama karena memang hukum asal manusia adalah bodoh hingga ia menuntut ilmu dan menghilangkan kebodohan tersebut dari dirinya.

Perkara-perkara yang samar tersebut ada 3 macam :

1. Yang lebih dekat kepada yang halal maka ia masih dalam taraf mubah/boleh

2. Yang lebih dekat kepada yang haram maka itu tidak boleh dan ini yang diisyaratkan dalam lanjutan hadits :

فمن وقع في الشبهات وقع في الحرام…

“… dan barangsiapa yang terjatuh ke perkara yang syubhat maka ia akan terjatuh kepada yang haram…”

3. Yang benar-benar samar dan tarik-menarik antara yang halal dan haram dan adakalanya para ulama khilâf dalam menghukuminya sesuai dengan ijtihad mereka masing-masing.

Demikian pula ayat mutasyabihat dalam Qur’an ada beberapa macam yang semua jenisnya tersebut bukanlah bagian orang bodoh untuk menghukumi, di antara macamnya :

1. Mutasyabihat mutlaq yang hanya diketahui oleh Allah تعالى makna sebenarnya, kebanyakan para ulama membawa contoh ayat-ayat muqattha’ah di awal-awal surat, seperti طه

2. Mutasyabihat yang hanya bisa diketahui oleh orang menguasai Bahasa Arab maka hanya diketahui oleh orang-orang yang memiliki dirayah terhadap Bahasa Arab dan orang bodoh Bahasa Arab tidak mengetahuinya, barangkali lafazh-lafazh yang membutuhkan gharibul-Qur’an termasuk ke dalam ini, seperti ayat:

وامرأته قائمة فضَحِكَتْ…

“… Dan istrinya (Ibrahim عليه السلام) dalam keadaan berdiri lalu ia haidh…” kalimat ضحكت bagi yang baru belajar Bahasa Arab ecek-ecek makna lumrahnya adalah tertawa namun dalam ayat ini maknanya adalah haidh sebagaimana yang dipaparkan oleh Imam Al-Mawardiy bahwa haidh memiliki 10 lafazh di antaranya adalah ضحكتْ

3. Mutasyabihat yang hanya bisa diketahui oleh para ulama yang sampai derajat ijtihad atau mendekati seperti karena untuk mengambil istinbath dari ayat tersebut diperlukan ilmu-ilmu perangkat yang tidak mudah, seperti ilmu Nasikh-mansukh, Nahwu, Balaghah, Ushul Fiqh dll.

Intinya bagi orang-orang bodoh tentu saja makna-makna tersebut adalah samar baginya mereka.

Adapun organisasi Al-Irsyad merupakan organisasi pendidikan yang didirikan oleh orang-orang keturunan Arab di Indonesia untuk mengajari kaum muslimin di Indonesia yang di masa awalnya kaum muslimin keturunan Arab tersebut bahkan sampai mendatangkan seorang ‘Allamah dari Mekkah berkebangsaan Sudan ahli fiqh mazhab Asy-Syafi’i yang telah belasan tahun belajar di Mekkah, beliau adalah Syaikh Ahmad Surkati. Adapun perkataan orang bodoh yang mengatakan bahwa tidak butuh organisasi kita maklumi saja barangkali orang tersebut terkena amnesia bahwa sejak zaman Belanda bahkan setelah kemerdekaan segala sesuatu yang bersifat formal baik pendidikan maupun selainnya itu harus di bawah naungan organisasi atau yayasan resmi, barangkali kalimat tidak butuh organisasi pendidikan hanya keluar dari orang yang tidak pernah ‘makan bangku sekolah’ maka kita maklumi saja.

Tidakkah si pengucap sadar bahwa 2 ustadz kabir yang memang berjasa menyebarkan dakwah Ahlussunnah di Indonesia itu dahulunya juga mengajar di Al-Irsyad dan bahkan pernah ana saksikan bahwa mereka berdua menghadiri walimah seorang Ustadz besar Al-Irsyad yang diadakan di dekat kantor Walikota Jakarta Timur, jikalau Al-Irsyad dan seluruh Ustadznya itu merupakan ahli bid’ah atau ahli syubhat mengapa 2 Ustadz kabir tsb hadir di walimah?

Kiranya dakwah Ahlussunnah akan rusak jika orang-orang bodoh yang banyak perkara agama masih samar bagi mereka diberi hak untuk bicara jarh wat-ta’dîl dan tahdzir kepada orang-orang yang telah belasan tahun menuntut ilmu di kota Madinah hingga meraih Doktoral, bukan ana fanatik atau menganggap bahwa tiap yang telah sampai tingkat Doktor pastilah benar dan bersih dari kesalahan namun melihat ocehan orang bodoh tentu lebih membuat mual daripada perkataan seorang Doktor ilmu syar’i yang telah belasan tahun menuntut ilmu, tidak perlu kita indahkan jika orang bodoh mengingkari sesuatu karena Allah sebutkan bahwa orang yang bodoh memang mudah untuk mengingkari sesuatu yang tidak ia ketahui, Allah berfirman :

… بل كذّبوا بما لم يحيطوا بعلمه…
“… bahkan mereka mendustakan sesuatu yang mereka tidak ketahui ilmunya… (QS Yunus : 39).

Pesan terakhir bagi yang merasa tidak memiliki ilmu : “Mbok menengo” 😇